Kepala KUA Pancur Batu Perkuat Ketahanan Remaja melalui Bimbingan Remaja Usia Sekolah

Deli Serdang (Humas) β€” Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu bersama Penyuluh Agama Islam memberikan Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) kepada siswa SMK YAPIM Sei Glugur, Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (15/9/2026).

Kegiatan yang berlangsung pukul 07.00 hingga 08.00 WIB tersebut diikuti oleh seluruh siswa SMP-SMK YAPIM Sei Glugur. Kegiatan BRUS menjadi bagian dari upaya Kementerian Agama melalui KUA dalam memberikan pembinaan keagamaan dan penguatan karakter kepada generasi muda, khususnya remaja usia sekolah.

Dalam kegiatan tersebut, Kepala KUA Kecamatan Pancur Batu H. Ilyas, M.A. bersama Penyuluh Agama Islam Hj. Siti Halimah, S.Ag. dan Khoiriyah Nurul Abdulloh, S.Pd. memberikan bimbingan kepada para siswa sebagai bagian dari pembinaan remaja agar memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta mampu menghadapi berbagai tantangan kehidupan di usia sekolah.

BRUS merupakan salah satu bentuk pendekatan pembinaan yang diarahkan untuk membekali remaja dengan pengetahuan, pemahaman, dan nilai-nilai positif dalam menjalani masa pertumbuhan. Masa remaja merupakan periode penting dalam pembentukan karakter dan jati diri, sehingga membutuhkan pendampingan dari keluarga, sekolah, lingkungan masyarakat, serta unsur keagamaan.

Melalui kegiatan tersebut, para siswa diajak untuk memahami pentingnya membangun karakter yang baik, menjaga pergaulan, meningkatkan tanggung jawab, serta menjadikan nilai-nilai agama sebagai pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Pembinaan kepada remaja juga menjadi semakin penting di tengah perkembangan teknologi informasi dan media sosial yang memberikan berbagai kemudahan sekaligus tantangan. Remaja memiliki akses yang luas terhadap berbagai informasi, sehingga diperlukan kemampuan untuk memilah dan memilih informasi secara bijak serta tidak mudah terpengaruh oleh hal-hal yang dapat memberikan dampak negatif.

Dalam konteks tersebut, peran Penyuluh Agama Islam menjadi sangat strategis. Penyuluh tidak hanya berperan dalam menyampaikan pesan-pesan keagamaan, tetapi juga menjadi bagian dari upaya membangun karakter masyarakat, termasuk memberikan pendampingan kepada generasi muda.

Kehadiran Penyuluh Agama Islam dalam kegiatan BRUS di lingkungan sekolah menjadi bentuk nyata sinergi Kementerian Agama dengan lembaga pendidikan dalam memberikan pembinaan kepada peserta didik. Sinergi tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan pendidikan yang tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga memperhatikan pembentukan karakter dan akhlak peserta didik.

Siti Halimah dan Khoiriyah Nurul Abdulloh turut memberikan ruang kepada para siswa untuk mendapatkan pembinaan secara langsung. Pendekatan yang dilakukan dalam BRUS diharapkan dapat membantu remaja memahami berbagai persoalan yang dihadapi dalam kehidupan sehari-hari sekaligus mendorong mereka untuk mengambil keputusan secara bijak.

Bimbingan kepada remaja juga menjadi bagian dari upaya preventif dalam membangun generasi yang memiliki ketahanan diri. Remaja yang mendapatkan pembinaan dan pendampingan secara baik diharapkan mampu menjaga diri dari berbagai pengaruh negatif serta memiliki kemampuan untuk membangun hubungan sosial yang sehat.

Selain itu, pembinaan keagamaan sejak usia sekolah menjadi investasi penting dalam membentuk generasi yang memiliki pemahaman agama yang moderat, berakhlak, dan mampu hidup berdampingan secara harmonis dengan lingkungan sekitarnya.

Kegiatan BRUS di SMP-SMK YAPIM Sei Glugur juga sejalan dengan semangat Asta Protas Kementerian Agama dalam memperkuat kualitas kehidupan beragama dan membangun sumber daya manusia yang unggul. Pembinaan generasi muda menjadi salah satu bagian penting dalam mewujudkan masyarakat yang memiliki karakter kuat dan nilai-nilai moral yang baik.

Sekolah sebagai salah satu lingkungan utama bagi tumbuh kembang remaja memiliki peran yang sangat besar dalam membentuk karakter peserta didik. Karena itu, kerja sama antara sekolah dengan Kementerian Agama melalui KUA dan Penyuluh Agama Islam perlu terus diperkuat.

Melalui kegiatan seperti BRUS, pembinaan keagamaan dapat dilakukan secara lebih dekat dengan kehidupan remaja. Pesan-pesan keagamaan tidak hanya disampaikan dalam bentuk teori, tetapi juga diarahkan agar dapat dipahami dan diterapkan dalam kehidupan mereka sebagai pelajar, anak dalam keluarga, serta bagian dari masyarakat.

Para siswa juga diharapkan mampu menjadikan masa sekolah sebagai kesempatan untuk mengembangkan potensi diri, meningkatkan prestasi, membangun pergaulan yang positif, serta mempersiapkan diri menjadi generasi penerus yang bertanggung jawab.

Pembinaan tersebut tidak terlepas dari pentingnya peran keluarga. Pendidikan karakter dan keagamaan yang diperoleh siswa di sekolah perlu diperkuat melalui perhatian dan pendampingan orang tua di lingkungan keluarga. Dengan adanya sinergi antara sekolah, keluarga, KUA, Penyuluh Agama Islam, dan masyarakat, pembinaan remaja dapat dilakukan secara berkesinambungan.

Kegiatan BRUS juga menjadi sarana untuk mendekatkan KUA dengan masyarakat, khususnya generasi muda. KUA tidak hanya dipahami sebagai lembaga yang memberikan layanan administrasi dan pelayanan keagamaan, tetapi juga memiliki peran dalam pembinaan kehidupan keagamaan dan sosial masyarakat di wilayah kecamatan.

Peran tersebut semakin penting dalam membangun generasi muda yang memiliki pemahaman keagamaan yang baik serta mampu menghadapi perubahan zaman. Melalui pembinaan yang dilakukan secara rutin dan berkelanjutan, diharapkan para remaja memiliki bekal yang cukup untuk menghadapi berbagai tantangan kehidupan.

Kegiatan yang dilaksanakan selama satu jam tersebut berlangsung dengan suasana pembinaan yang melibatkan seluruh siswa SMP-SMK YAPIM Sei Glugur. Kehadiran para Penyuluh Agama Islam menjadi bagian dari upaya menghadirkan edukasi keagamaan yang dekat dengan kehidupan peserta didik.

BRUS diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan sesaat, tetapi dapat menjadi bagian dari pembinaan remaja secara berkelanjutan. Dengan pembinaan yang konsisten, generasi muda diharapkan tumbuh menjadi pribadi yang memiliki karakter, berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi keluarga, masyarakat, bangsa, dan agama.

Melalui kegiatan tersebut, KUA Kecamatan Pancur Batu bersama Penyuluh Agama Islam terus mengambil bagian dalam membangun generasi muda yang berkualitas. Pembinaan sejak usia sekolah menjadi langkah strategis untuk menanamkan nilai-nilai agama, membangun ketahanan diri, dan mempersiapkan generasi penerus yang mampu menghadapi perkembangan zaman dengan tetap berpegang pada nilai-nilai positif.

Kegiatan BRUS di SMP-SMK YAPIM Sei Glugur menjadi salah satu wujud nyata kehadiran Kementerian Agama di tengah masyarakat melalui pembinaan generasi muda. Sinergi antara KUA, Penyuluh Agama Islam, dan lembaga pendidikan diharapkan terus berkembang sehingga upaya membangun generasi yang berkarakter, berakhlak, dan memiliki ketahanan diri dapat dilakukan secara bersama-sama.


Bagikan Artikel