Kepala KUA Mandau Buka Pembinaan 25 Guru Pendidikan Agama Islam, Tekankan Pentingnya Keikhlasan dalam Mengabdi

Bengkalis (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Mandau, Saim, membuka secara resmi kegiatan Pembinaan Guru Pendidikan Agama Islam (PAI) Sekolah Dasar (SD) yang diikuti sebanyak 25 guru. Kegiatan tersebut berlangsung di Aula KUA Kecamatan Mandau, Rabu (09/09/2026), mulai pukul 09.00 hingga 12.00 WIB.

Kegiatan pembinaan ini turut dihadiri oleh Pengawas Guru Pendidikan Agama Islam, Rujito Susilo, serta para guru PAI SD se-Kecamatan Mandau. Pembinaan menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kualitas kompetensi, wawasan, serta profesionalisme guru PAI dalam melaksanakan tugas pendidikan dan pembinaan keagamaan di lingkungan sekolah.

Dalam sambutannya, Kepala KUA Kecamatan Mandau, Saim, menekankan pentingnya keikhlasan dalam menjalankan tugas sebagai seorang pendidik. Menurutnya, guru agama tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam menyampaikan materi pembelajaran, tetapi juga memiliki peran strategis dalam membentuk karakter dan akhlak peserta didik. Karena itu, tugas tersebut hendaknya dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab, kesabaran, dan keikhlasan.

“Jalankan tugas dengan ikhlas. Ketika tugas dilaksanakan dengan keikhlasan, insyaallah apa yang kita lakukan akan memberikan manfaat bagi peserta didik dan menjadi bagian dari amal ibadah kita,” pesan Saim dalam sambutannya.

Ia juga mengajak para guru PAI untuk terus meningkatkan kompetensi dan menjadi teladan bagi peserta didik, baik dalam proses pembelajaran maupun dalam kehidupan sehari-hari.

“Guru agama harus mampu menjadi contoh yang baik. Apa yang disampaikan kepada siswa hendaknya juga tercermin dalam sikap dan perilaku kita,” tambahnya.

Sementara itu, materi pembinaan disampaikan oleh Muhammad Soleh dengan tema “Toleransi Beragama”. Dalam penyampaiannya, peserta diberikan pemahaman mengenai pentingnya membangun sikap saling menghormati, menghargai perbedaan, serta menanamkan nilai-nilai toleransi kepada peserta didik sejak dini.

Materi berikutnya disampaikan oleh Rujito Susilo yang membahas tentang “Moderasi Pendidikan”. Materi tersebut menekankan pentingnya penerapan nilai-nilai moderasi dalam dunia pendidikan agar proses pembelajaran dapat berjalan secara seimbang, inklusif, dan mampu membentuk peserta didik yang memiliki sikap terbuka serta menghargai keberagaman. Kegiatan berlangsung dalam suasana interaktif. Para guru mengikuti materi dengan antusias dan berkesempatan memperkaya wawasan melalui diskusi terkait tantangan pendidikan agama Islam di sekolah dasar.

Melalui kegiatan pembinaan ini, KUA Kecamatan Mandau berharap para guru PAI semakin profesional, memiliki wawasan keagamaan yang luas, serta mampu menjalankan perannya sebagai pendidik dan pembimbing peserta didik secara optimal.

Pembinaan yang berlangsung hingga pukul 12.00 WIB tersebut ditutup dengan harapan agar ilmu dan wawasan yang diperoleh dapat diterapkan dalam proses pembelajaran, sehingga pendidikan agama Islam semakin mampu memberikan kontribusi dalam membentuk generasi yang berilmu, berakhlak mulia, toleran, dan berkarakter.


Bagikan Artikel