Hiliduho (Humas). Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Hiliduho, Syarif Rahmat Mendrofa, S.H., mengikuti upacara peringatan Hari Santri Nasional Tahun 2026 yang dilaksanakan di halaman Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias, Kamis (22/10/2026).
Upacara
berlangsung dengan khidmat dan dihadiri oleh Kasubbag Tata Usaha Kantor
Kementerian Agama Kabupaten Nias, Robert A. Zebua, S.Ag., M.M., yang bertindak
sebagai pembina upacara, para kepala seksi, para Kepala KUA kecamatan,
organisasi kemasyarakatan Islam (Ormas Islam), serta seluruh pegawai di
lingkungan Kantor Kementerian Agama Kabupaten Nias.
Peringatan
Hari Santri Nasional tahun ini mengusung tema “Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas”. Tema tersebut
menjadi pengingat akan pentingnya peran santri dalam membangun masa depan
bangsa melalui penguatan ilmu pengetahuan, akhlak mulia, semangat kebangsaan, serta
kontribusi nyata dalam kehidupan bermasyarakat.
Santri
tidak hanya menjadi bagian dari perjalanan sejarah perjuangan bangsa, tetapi
juga memiliki peran strategis dalam menyiapkan generasi masa depan yang
religius, berkarakter, berwawasan luas, dan mampu menghadapi tantangan zaman.
Nilai-nilai keislaman yang moderat, semangat persatuan, serta kecintaan
terhadap tanah air menjadi modal penting dalam mewujudkan cita-cita Indonesia
Emas.
Kehadiran
Kepala KUA Kecamatan Hiliduho dalam upacara tersebut merupakan bentuk
partisipasi dan dukungan terhadap penguatan nilai-nilai keagamaan dan
kebangsaan. Sebagai bagian dari Kementerian Agama, KUA memiliki peran dalam
membina kehidupan keagamaan masyarakat, memperkuat moderasi beragama, serta
menanamkan nilai-nilai moral dan spiritual dalam kehidupan sehari-hari.
Kepala
KUA Kecamatan Hiliduho, Syarif Rahmat Mendrofa, S.H., menyampaikan bahwa Hari
Santri Nasional menjadi momentum untuk memperkuat semangat pengabdian,
nilai-nilai keagamaan, dan kecintaan terhadap tanah air.
“Melalui tema Santri Menguatkan Negeri Menuju Indonesia Emas, kita berharap para santri terus menjadi generasi yang berilmu, berakhlak mulia, cinta damai, dan mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa. Semangat santri juga harus menjadi inspirasi bagi seluruh elemen masyarakat untuk menjaga persatuan, memperkuat kerukunan umat beragama, serta bersama-sama membangun Indonesia yang lebih maju,” ungkapnya.
Melalui
momentum Hari Santri Nasional 2026, diharapkan semangat santri semakin tumbuh
sebagai kekuatan dalam membangun negeri. Santri diharapkan terus berkarya,
menjaga persatuan, menebarkan kedamaian, serta mengambil bagian dalam mencetak
generasi unggul demi terwujudnya Indonesia Emas.
Semangat Hari Santri bukan sekadar peringatan,
melainkan panggilan untuk terus mengabdi, berkontribusi, dan menguatkan negeri
melalui ilmu, akhlak, serta cinta tanah air. (MHS/SRM)