Bengkalis (Humas) Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bengkalis, Drs. H. Mahmud, menghadiri rapat koordinasi lintas sektor yang diselenggarakan oleh Pemerintah Kecamatan Bengkalis pada Kamis (16/07/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 08.30 WIB ini dipusatkan di Balai Pertemuan Puja Kesuma, Desa Meskom, Kecamatan Bengkalis.
Rapat koordinasi strategis yang dipimpin langsung oleh jajaran Pemerintah Kecamatan Bengkalis ini fokus membahas sejumlah agenda penting di bidang kesehatan masyarakat. Beberapa poin utama yang dibahas meliputi Koordinasi pelaksanaan Cek Kesehatan Gratis (CKG) bagi anak sekolah, Persiapan dan dukungan lintas sektor untuk menyukseskan Bulan Imunisasi Anak Sekolah (BIAS), Evaluasi serta pengendalian berkala terhadap program penyakit menular, dan Strategi akselerasi penerapan 6 Standar Pelayanan Minimal (SPM) di setiap Posyandu.
Kehadiran Kepala KUA Kecamatan Bengkalis dalam forum ini menjadi bukti nyata komitmen Kementerian Agama dalam memperkuat sinergi lintas sektor guna mendongkrak kualitas kesehatan masyarakat, terutama bagi anak-anak usia sekolah.
Sebagai mitra strategis pemerintah di tingkat kecamatan, KUA menyatakan kesiapannya untuk ambil bagian secara aktif melalui jalur edukasi, penyuluhan keagamaan, serta penguatan ketahanan peran keluarga demi menyukseskan program-program kesehatan nasional tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, Drs. H. Mahmud menyampaikan pandangannya bahwa keberhasilan sebuah program kesehatan masyarakat tidak bisa hanya bertumpu pada pundak tenaga kesehatan semata.
"Program kesehatan ini membutuhkan partisipasi aktif dan komitmen dari seluruh pemangku kepentingan (stakeholders), termasuk tokoh agama, unsur pendidik, dan lapisan masyarakat luas. Kolaborasi yang solid mutlak diperlukan untuk memperkuat upaya kita dalam mewujudkan generasi penerus yang sehat, cerdas, dan berkualitas," ujar H. Mahmud.
Melalui rapat koordinasi lintas sektor ini, diharapkan terbangun komitmen bersama yang kokoh antarinstansi di Kecamatan Bengkalis. Dengan demikian, pelaksanaan CKG, BIAS, pengendalian penyakit menular, hingga optimalisasi pelayanan Posyandu sesuai Standar Pelayanan Minimal dapat berjalan sukses dan memberikan dampak manfaat yang luas bagi seluruh warga.