Pancur Batu, (Humas). Upaya
memperkuat kerukunan umat beragama sekaligus mencegah potensi konflik sosial
berbasis agama terus dilakukan oleh Kementerian Agama Kabupaten Deli Serdang
melalui pendekatan keagamaan yang inklusif dan kolaboratif. Salah satunya diwujudkan
melalui kegiatan istighosah yang diselenggarakan oleh Majelis Wakil Cabang
Nahdlatul Ulama (MWC NU) Kecamatan Pancur Batu di Masjid Ali Imran, Desa Baru,
pada Minggu (19/04).
Dalam
kegiatan tersebut, Kepala Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Pancur Batu, H.
Ilyas, M.A turut mendampingi Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Deli
Serdang, Dr. H. Sarippudin Daulay, S.Ag., M.Pd. Kehadiran pimpinan Kementerian
Agama ini menjadi bentuk dukungan nyata terhadap penguatan nilai-nilai
keagamaan yang moderat di tengah masyarakat.
Kegiatan
istighosah berlangsung khidmat dan penuh kekhusyukan, dihadiri oleh berbagai
unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), tokoh agama, serta
tokoh masyarakat. Turut hadir Kapolsek Pancur Batu Kompol Junaidi, S.H,
Danramil 0201-14/Pancur Batu, para Kepala Desa se-Kecamatan Pancur Batu, Ketua
MWC NU Kecamatan Pancur Batu KH. Ahmad Rifa’i, serta Ketua Majelis Ulama
Indonesia (MUI) Kecamatan Pancur Batu Al Ustad Irwan, S.PdI.
Kehadiran
lintas sektor ini mencerminkan sinergitas yang kuat antara pemerintah, aparat
keamanan, dan tokoh agama dalam menjaga stabilitas dan keharmonisan kehidupan
bermasyarakat di wilayah Pancur Batu.
Dalam
sambutannya, Sarippudin Daulay menegaskan bahwa kegiatan istighosah memiliki
peran strategis, tidak hanya sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT,
tetapi juga sebagai media memperkuat ukhuwah Islamiyah, ukhuwah wathaniyah, dan
ukhuwah insaniyah.
“Istighosah
ini menjadi ruang spiritual sekaligus sosial. Kita tidak hanya berdoa, tetapi
juga membangun komunikasi, mempererat silaturahmi, dan menyatukan langkah dalam
menjaga kerukunan umat. Ini sangat penting dalam mencegah munculnya konflik
berbasis agama di tengah masyarakat,” ungkapnya.
Ia
juga menekankan bahwa tantangan kehidupan sosial saat ini semakin kompleks,
terutama dengan derasnya arus informasi yang kerap memicu kesalahpahaman. Oleh
karena itu, peran tokoh agama dan lembaga keagamaan sangat penting dalam
memberikan pemahaman yang benar kepada masyarakat.
“Melalui
kegiatan seperti ini, kita memberikan edukasi keagamaan yang menyejukkan,
mengajak masyarakat untuk berpikir jernih, serta tidak mudah terprovokasi oleh
isu-isu yang dapat merusak persatuan,” tambahnya.
Sementara
itu, Ilyas menyampaikan bahwa pihaknya akan terus berkomitmen mendukung
kegiatan keagamaan yang berdampak positif bagi masyarakat. Menurutnya,
kolaborasi antara KUA, organisasi keagamaan, dan pemerintah kecamatan menjadi
kunci dalam menciptakan kehidupan masyarakat yang harmonis.
“KUA
memiliki peran strategis sebagai garda terdepan Kementerian Agama di tingkat
kecamatan. Oleh karena itu, kami akan terus hadir dan bersinergi dalam kegiatan
pembinaan umat, termasuk melalui kegiatan istighosah ini,” ujarnya.
Ahmad
Rifa’i dalam sambutannya menyampaikan apresiasi atas kehadiran Kakan Kemenag
Deli Serdang beserta jajaran. Ia menilai dukungan dari pemerintah sangat
penting dalam memperkuat peran organisasi keagamaan di tengah masyarakat.
“Kami
berharap kegiatan istighosah ini dapat terus dilaksanakan secara berkelanjutan
sebagai wadah mempererat persaudaraan dan meningkatkan keimanan masyarakat,”
katanya.
Senada
dengan itu, Irwan juga menekankan
pentingnya menjaga persatuan umat. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk
menjadikan agama sebagai sumber kedamaian, bukan perpecahan.
Kegiatan
ini semakin bermakna dengan tausiyah yang disampaikan oleh Al Ustadz Boby
Marfansyah Maduwu, S.H. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memperkuat
keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT serta menjaga persaudaraan di tengah
perbedaan.
“Perbedaan
adalah keniscayaan, tetapi persatuan adalah pilihan. Oleh karena itu, mari kita
jaga ukhuwah, saling menghormati, dan menjauhi segala bentuk konflik yang dapat
merusak tatanan kehidupan bermasyarakat,” pesannya.
Ia
juga mengingatkan pentingnya peran masyarakat dalam menjaga kondusivitas
lingkungan dengan tidak mudah terpengaruh oleh informasi yang belum tentu
benar.
Kegiatan
istighosah ini berlangsung dengan penuh kekhidmatan, diisi dengan doa bersama,
dzikir, serta lantunan shalawat yang menambah suasana religius. Para peserta
yang hadir tampak antusias mengikuti rangkaian acara hingga selesai.
Melalui
kegiatan ini, diharapkan terbangun kesadaran kolektif masyarakat akan
pentingnya menjaga kerukunan dan kedamaian. Istighosah tidak hanya menjadi
sarana ibadah, tetapi juga menjadi langkah strategis dalam memperkuat ketahanan
sosial berbasis nilai-nilai keagamaan.
Dengan sinergi yang kuat antara
pemerintah, tokoh agama, dan masyarakat, Kecamatan Pancur Batu diharapkan dapat
terus menjadi wilayah yang aman, damai, dan harmonis dalam kehidupan beragama
dan bermasyarakat.