الحَمْدُ ِللهِ.. الحَمْدُ ِللهِ رَبِّ اْلعَالَمِيْنَ.. وَالصَّلَاةُ وَالسَّلَامُ عَلَى أَشْرَفِ اْلأَنْبِيَاءِ
وَاْلمُرْسَلِيْنَ، سَيِّدِنَا وَنَبِيِّنَا مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ
أَجْمَعِيْنَ. وَأَشْهَدُ
أَنْ لَّا إِلهَ إِلَّا اللهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ. وَأَشْهَدُ أَنَّ سَيِّدَنَا مُحَمَّدًا
عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ. اللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيِّدِنَا
مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِ سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ. أَمَّا بَعْدُ. فَيَا أَيُّهَا الْمُسْلِمُوْنَ.. أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللهِ
فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ. فَقَالَ: يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ
وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ..
Jamaah Jumat rahimakumullah,
Mengawali ibadah jumat hari ini, mari
kita sama bersyukurvatas nikmat yang tekah Allah anugerahkan kepada kita.
Nikamat panjang umur, nikmat sehat, nikmat rizki terlebih nikmat iman dan islam
yang sampai detik ini masih kita rasakan bersamaan peribadatan kita kepada
Allah Subhanu wa ta’ala.
Dan tak lupa juga untuk bersholawat
kepada junjungan kita Nabiyullah Muhammad Sallahu alaihi wa sallam sebagi rasa
cinta kepadanya. Mudah-mudahan kita akan diakui sebagi ummatnya yang akan
mendapatkan syafaatnya di yaumil kiamah kelak.
Ma’ashiral Muslimin Rahimakumullah
Ma’ashiral Muslimin Rahimakumullah
Sebagai wujud rasa syukur kita kepada Allah swt, marilah kita senantiasa
meningkatkan keimanan dan ketakwaan kita kepada Allah swt dengan sebenar-benar
keimanan dan sebaik-baik ketakwaan, dengan berserah diri, tunduk dan patuh
terhadap syariahnya, dengan menjalankan apa pun yang diperintahkan oleh Allah
swt dan berupaya dengan sungguh-sungguh untuk menjauhi apa-apa yang
dilarang-Nya
Mejalankan kewajiban kepada
Allah salah satunya adalah bekerja dengan sungguh-sungguh untuk menafkahi
kelurga.
Setiap
pekerjaan yang kita jalani pasti memiliki tantangan atau kesulitan tersendiri.
Bahkan kadang kala ada keluhan di sela-sela menghadapi kesibukan, meski begitu
kita harus tetap semangat mencari rezeki Allah terlebih yang sudah berkularga.
Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah
Memenuhi nafkah keluarga merupakan
sebuah kewajiban bagi kepala rumah tangga. Namun demikian, mencari pundi-pundi uang harus bersumber di jalan yang baik. Seperti
yang tertuang dalam hadis berikut:
قَالَ
رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَجْمِلُوا فِي طَلَبِ
الدُّنْيَا فَإِنَّ كُلًّا مُيَسَّرٌ لِمَا خُلِقَ لَهُ
Artinya: "Rasulullah
shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Carilah yang baik dalam mencari
dunia, karena setiap orang telah dipermudah dalam melaksanakan bagiannya."
Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah.
Banyak
kebaikan-kebaikan serta keuntungan yang akan di peroleh bagi seorang yang
bekerja untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Pertama, Akan Mendapat Pahala Besar
Disertai Rasa Ikhlas
Setiap kewajiban yang dilakukan akan
menuai pahala besar. Oleh karena itu, menafkahi keluarga dengan ikhlas akan
mendapatkan ganjaran pahala yang sangat besar dari Allah SWT. Meski seberat
apapun situasi dalam pekerjaan, sebaiknya kita lakukan dengan ikhlas untuk
keluarga dan niatkan karena Allah.
Rasulullah SAW bersabda
إِنَّكَ
لَنْ تُنْفِقَ نَفَقَةً تَبْتَغِى بِهَا وَجْهَ اللَّهِ إِلاَّ أُجِرْتَ عَلَيْهَا
، حَتَّى مَا تَجْعَلُ فِي فَمِ امْرَأَتِكَ
Sesungguhnya, tidaklah kamu
menafkahkan suatu nafkah yang dimaksudkan mengharap wajah Allah kecuali kamu
akan diberi pahala termasuk sesuatu yang kamu suapkan ke mulut istrimu..” (HR
Bukhari nomor 56).
hadis ini menyampaikan pesan bahwa
ketika seseorang memberikan nafkah atau bersedekah dengan niat yang murni untuk
mendapatkan keridhaan Allah, maka Allah akan memberikan pahala kepada mereka.
Bahkan, pahala tersebut akan mencakup segala bentuk nafkah yang diberikan,
bahkan jika itu hanya sebesar apa yang dimasukkan ke dalam mulut istrinya,
artinya pahala akan diberikan untuk setiap kebaikan yang dilakukan dengan niat
yang benar.
Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah
Yang Ke Dua, orang yang berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya Akan Ditingkatkan Derajatnya Di Akhirat Kelak
Seorang
tulang punggung keluarga yang taat dengan perintah Allah akan ditinggikan
tingkat derajatnya di akhirat kelak bersama dengan Rasulullah SAW. Karena itu,
sebagai penafkah keluarga sorang kepala rumah tanga harus terus berjuang demi
keluarga tercinta dan menyampingkan keluhan beratnya tanggung jawab pekerjaan
yang di jalaninya. “Rasulullah SAW bersabda, ‘Siapa saja yang baik salatnya,
banyak keluarganya, sedikit hartanya, dan tidak melakukan ghibah terhadap umat
Islam, kelak ia bersamaku di surga seperti dua ini (sambil mengisyaratkan dua
jari),’” (HR Abu Ya’la dari sahabat Abu Said Al-Khudri).
Banyaknya
Keluarga yang di maksud dalam hadist ini adalah
Menunjukkan betapa pentingnya tanggung jawab terhadap keluarga. Islam
mendorong untuk memelihara dan menghormati hubungan keluarga, termasuk tanggung
jawab terhadap anak-anak dan anggota keluarga lainnya dalam meberi nafkah, dan
Keberkahan dapat ditemukan ketika nafkah yang diberikan itu bersumber dari
harta dan cara yang halal.
Yang ketiga, Bagi orang yang
berusaha untuk memenuhi kebutuhan keluarganya
akan mendapatkan Jaminan Surga.
Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah
Selain
ditingkatkan derajatnya, tulang punggung keluarga yang terus ikhlas berusaha menghidupi
anggota keluarganya dengan jalan Allan akan dijamin surga. Nabi SAW bersabda
yang artinya: "Dari sekian
dosa terdapat jenis dosa yang tidak dapat ditebus kecuali dengan kebimbangan
untuk mencari penghidupan (keluarga),” (HR At-Thabarani).
Ini menjelaskan kepada kita bahwa Islam mendorong umatnya
untuk berusaha mencari nafkah yang halal dengan cara yang jujur dan sah.
Bekerja untuk memenuhi kebutuhan hidup diri sendiri dan keluarga adalah suatu
bentuk ibadah dan tanggung jawab yang diakui di dalam agama.
Hadis ini juga menjelaskan bahwa dalam beberapa kasus,
dosa-dosa tertentu tidak dapat diatasi hanya dengan ibadah semata, tetapi juga
melalui usaha keras dalam mencari penghidupan yang halal dan memenuhi kewajiban
terhadap keluarga. Ini menegaskan pentingnya keseimbangan antara beribadah,
berusaha, dan menjaga tanggung jawab sosial.
Yang ke empat, memberi nafkah kepada keluarga termasuk sedekah
Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah
Menafkahi keluarga ternyata juga
masuk dalam konteks sedekah. Selain mendapatkan pahala dari segi menafkahi
keluarga, ganjaran pahala sedekah juga yang akan didapatkan.
Banyak keutaman-keutamaan dari
bersedakah di antaranya yakni dilipatgandakan rezekinya oleh Allah SWT seperti
yang tertuang dalam surat Al-Hadid ayat 18.
اِنَّ
الۡمُصَّدِّقِيۡنَ وَالۡمُصَّدِّقٰتِ وَاَقۡرَضُوا اللّٰهَ قَرۡضًا حَسَنًا
يُّضٰعَفُ لَهُمۡ وَلَهُمۡ اَجۡرٌ كَرِيۡمٌ
artinya:"Sesungguhnya
orang-orang yang bersedekah baik laki-laki maupun perempuan dan meminjamkan
kepada Allah dengan pinjaman yang baik, akan dilipatgandakan (balasannya) bagi
mereka; dan mereka akan mendapat pahala yang mulia."
Ayat ini
menekankan bahwa pahala yang diberikan oleh Allah kepada mereka yang melakukan
amal kebajikan ini adalah pahala yang agung dan mulia. Ini mencerminkan nilai
dan penghargaan tinggi yang diberikan oleh Allah kepada mereka yang bersedia
berbagi dan membantu sesame termasuk dalam memberikan nafkah kepada keluarganya.
yang kelima, mendapatkan pahala Jihad
Fisabilillah
Jihad Fisabilillah merupakan jihad
di jalan Allah. Orang yang menafkahi kelurganya dapat tergolong jihad di ajlan Allah. Ada sebuah riwayat bahwa ada seorang sahabat pernah berpapasan
dengan Nabi SAW, lalu para sahabat juga turut menyaksikan sahabat tadi yang
warna kulitnya legam dan sangat rajin, mereka pun berkata, “Wahai Rasululullah,
seandainya (pria semacam ini) ikut berjihad bagimana: Lalu Rasulullah SAW menimpali, jika dia keluar rumah untuk menafkahi
anaknya yang kecil dia (jihad) di jalan Allah, jika dia keluar untuk menafkah
dua orang tuanya yang sudah renta, dia juga
jihad di jalan
Allah.” (HR Ath Thabrani).
Ma’ashiral muslimin Rahimakumullah
Inilah
beberapa kestimewaan bagi seorang laki-laki yang menafkahi keluarganya. Selain
sebagai tanggung jawab, memberi nafkah kepada keluarga menjadi ladang pahala
dirinya.
Semoga
kita selalu di beri kekuatan oleh Allah untuk dapat berusaha memberi yang
terbaik untuk keluarga kita, sebangat menafkahi kekkuarga dengan harta yang
halal sehingga akan medatangkan keberkahan kepada kita fiddunya wal akhirah.
Aamiin
aamiin ya robbal alamiin.
بَارَكَ اللهُ لِي
وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ. وَنَفَعَنِي وَاِيِّاكُمْ مِنَ الآيَاتِ
وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ وَتَقَبِّلْ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلاوَتَهُ اِنَّهُ
هُوَاالسَّمِيْعُ الْعَلِيْمُ