Gowes Eko Teologi KUA Tualang Vol. 2: Bersepeda, Menanam Pohon dan Merawat Bumi

Siak (HUmas) Semangat menjaga kelestarian lingkungan kembali diwujudkan oleh KUA Tualang melalui kegiatan Gowes Ekoteologi KUA Tualang Vol. 2. Menggabungkan aktivitas olahraga dan kepedulian lingkungan, rombongan gowes bertolak menuju Masjid Nurul Yaqin, Pinang Sebatang, Kecamatan Tualang untuk menggelar aksi penanaman pohon. Kegiatan ini diikuti oleh jajaran Kepala KUA, Penghulu, Penyuluh Agama Islam, PLO, serta komunitas sepeda Gowes Segan. Jum'at (04/09/2026)

​Setibanya di lokasi, peserta langsung melaksanakan penghijauan dengan menanam Lima bibit pohon buah, yang terdiri atas dua pohon matoa, dua pohon rambutan, dan satu pohon jambu. Penanaman ini menjadi langkah nyata dalam menanamkan nilai-nilai ekoteologi yang menjadi sebuah kesadaran bahwa merawat bumi merupakan bagian integral dari tanggung jawab manusia sebagai khalifah. Melalui aksi ini, KUA Tualang menegaskan bahwa dakwah dan pelayanan keagamaan tidak hanya berfokus pada hubungan manusia dengan Sang Pencipta, tetapi juga mencakup kepedulian terhadap sesama dan pelestarian alam.

​Kepala KUA Tualang, Andri, menyampaikan bahwa gerakan ini dirancang untuk memberikan dampak berlanjut bagi lingkungan dan masyarakat sekitar. “Melalui Gowes Ekoteologi ini, kami ingin menunjukkan bahwa dakwah bisa hadir dalam bentuk aksi nyata merawat bumi. Lima pohon yang kita tanam di Masjid Nurul Yaqin hari ini mungkin terlihat kecil, tetapi ini adalah investasi kebaikan untuk generasi mendatang. Menjaga alam adalah bagian dari iman dan tanggung jawab kita bersama,” ujar Andri di sela-sela kegiatan.

​Selain berfokus pada isu lingkungan, agenda ini turut menjadi sarana mempererat silaturahmi antara jajaran KUA Tualang, pengurus masjid, komunitas sepeda, dan warga setempat. Pihak KUA Tualang menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Pengurus Masjid Nurul Yaqin Pinang Sebatang atas dukungan penuh yang diberikan, serta seluruh peserta yang berpartisipasi. 

Harapannya, Gowes Ekoteologi dapat terus menjadi gerakan konsisten yang menginspirasi masyarakat luas untuk bergerak, menanam, dan merawat bumi demi kelestarian masa depan. (HFZ/Hd) 



Bagikan Artikel