Gotong Royong dan Tanam Jagung, KUA Doloksanggul Wujudkan Kepedulian terhadap Lingkungan

Doloksanggul (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Doloksanggul memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kantor dengan melakukan penanaman bibit jagung sebagai wujud implementasi semangat ekoteologi. Kegiatan tersebut diawali dengan gotong royong yang diikuti oleh seluruh pegawai KUA Doloksanggul, Selasa (28/07).

Kepala KUA Doloksanggul, Gerbang Munte, S.H.,M.H., mengajak seluruh pegawai untuk senantiasa menjaga kebersihan dan keasrian lingkungan kantor. Menurutnya, budaya gotong royong merupakan salah satu cara membangun lingkungan kerja yang bersih, nyaman, dan produktif.

"Kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Melalui kegiatan gotong royong, kita tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang nyaman, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan dan kepedulian terhadap alam," ujar Gerbang Munte.

Usai melaksanakan pembersihan di area belakang kantor, kegiatan dilanjutkan dengan penanaman bibit jagung pada lahan yang sebelumnya belum dimanfaatkan secara optimal. Penanaman tersebut merupakan upaya menjadikan lahan kosong sebagai lahan produktif yang memberikan manfaat bagi lingkungan maupun masyarakat.

Kegiatan ini juga menjadi bentuk nyata implementasi Ekoteologi, salah satu program prioritas Kementerian Agama dalam Asta Protas yang diinisiasi Menteri Agama, Prof. Nasaruddin Umar, M.A. Melalui program ini, seluruh satuan kerja didorong untuk mengintegrasikan nilai-nilai keagamaan dengan kepedulian terhadap kelestarian lingkungan.

Gerbang Munte menegaskan bahwa semangat ekoteologi tidak cukup hanya disampaikan melalui sosialisasi atau penyuluhan kepada masyarakat, tetapi juga perlu diwujudkan melalui aksi nyata.

"Sebagai pelayan masyarakat, kami ingin memberikan contoh bahwa menjaga lingkungan dapat dimulai dari hal-hal sederhana, salah satunya dengan memanfaatkan lahan kosong menjadi lahan yang produktif. Kami berharap KUA dapat menjadi teladan dalam penerapan nilai-nilai ekoteologi," ungkapnya.

Pemilihan tanaman jagung didasarkan pada kemudahan budidayanya serta manfaat ekonominya yang cukup besar bagi masyarakat. Selain mendukung ketahanan pangan, tanaman jagung juga diharapkan menjadi inspirasi bagi masyarakat untuk memanfaatkan lahan kosong di sekitar tempat tinggal mereka.

Melalui kegiatan ini, KUA Doloksanggul berharap semangat ekoteologi dapat terus berkembang dan menjadi budaya kerja yang mendorong terciptanya lingkungan yang hijau, produktif, serta memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Kegiatan tersebut juga menjadi bukti bahwa KUA tidak hanya berperan dalam pelayanan keagamaan, tetapi turut berkontribusi dalam mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan melalui kepedulian terhadap lingkungan. (H9)


Bagikan Artikel