Deli Serdang (Humas). Upaya menghadirkan ketepatan arah kiblat sebagai bagian
dari peningkatan kualitas layanan keagamaan terus dilakukan Kantor Urusan Agama
(KUA) Kecamatan Pancur Batu. Melalui sinergi bersama Pemerintah Kecamatan
Pancur Batu, KUA menggelar sosialisasi dan bimbingan teknis pelaksanaan Rashdul
Qiblat kepada seluruh Badan Kemakmuran Masjid (BKM) se-Kecamatan Pancur Batu di
Aula Kantor Camat Pancur Batu, Selasa (14/7/2026).
Kegiatan
tersebut dipimpin langsung Kepala KUA Kecamatan Pancur Batu, H. Ilyas, M.A.,
bersama Camat Pancur Batu sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam
memberikan pelayanan keagamaan yang semakin berkualitas kepada masyarakat.
Sosialisasi ini menjadi langkah strategis agar seluruh pengurus masjid memahami
pentingnya pelaksanaan Rashdul Qiblat sekaligus mampu mempraktikkannya secara
mandiri di masjid masing-masing.
Rashdul
Qiblat merupakan fenomena astronomi ketika posisi Matahari berada tepat di atas
Ka'bah. Pada saat itu, bayangan benda yang berdiri tegak akan mengarah
berlawanan dengan arah kiblat sehingga dapat dimanfaatkan sebagai acuan untuk
mengecek maupun meluruskan arah kiblat secara akurat. Fenomena ini menjadi
momentum yang sangat penting karena hanya terjadi pada waktu-waktu tertentu
setiap tahunnya.
Dalam
sambutannya, Ilyas mengatakan bahwa pelaksanaan sosialisasi ini merupakan
bentuk komitmen Kementerian Agama dalam memberikan layanan keagamaan yang
profesional, ilmiah, dan mudah diakses masyarakat. Menurutnya, arah kiblat
merupakan salah satu unsur penting dalam pelaksanaan ibadah salat sehingga
perlu dipastikan ketepatannya.
Ia
menjelaskan bahwa masih terdapat sebagian masjid maupun musala yang belum
pernah melakukan pengecekan ulang arah kiblat sejak pertama kali dibangun.
Padahal, perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi memungkinkan pengukuran
arah kiblat dilakukan dengan tingkat akurasi yang semakin baik. Oleh karena
itu, momentum Rashdul Qiblat harus dimanfaatkan secara maksimal oleh seluruh
pengurus masjid.
"Melalui
kegiatan ini kami ingin memastikan seluruh BKM memahami tata cara pelaksanaan
Rashdul Qiblat. Dengan demikian, pengurus masjid dapat melakukan pengecekan
arah kiblat secara mandiri sesuai prosedur yang benar sehingga masyarakat
memperoleh kepastian dalam beribadah," ujar Ilyas.
Ia
menambahkan bahwa KUA Pancur Batu tidak hanya memberikan teori mengenai Rashdul
Qiblat, tetapi juga menjelaskan langkah-langkah teknis pelaksanaannya mulai
dari persiapan alat, penentuan waktu yang tepat, hingga proses penarikan garis
arah kiblat berdasarkan bayangan Matahari.
Menurutnya,
metode Rashdul Qiblat merupakan salah satu cara sederhana namun memiliki
tingkat akurasi yang sangat tinggi apabila dilakukan sesuai ketentuan waktu.
Oleh sebab itu, seluruh peserta diminta memperhatikan setiap tahapan
pelaksanaan agar nantinya tidak mengalami kendala ketika melakukan praktik di
lapangan.
Dalam
kesempatan tersebut, Camat Pancur Batu menyampaikan apresiasi atas inisiatif
KUA Kecamatan Pancur Batu yang melibatkan pemerintah kecamatan dalam
menyukseskan kegiatan Rashdul Qiblat. Ia menilai kolaborasi antara Kementerian
Agama dengan pemerintah daerah merupakan bentuk sinergi yang sangat positif
dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya,
urusan keagamaan tidak hanya menjadi tanggung jawab Kementerian Agama semata,
tetapi juga memerlukan dukungan seluruh unsur pemerintah agar manfaatnya
benar-benar dirasakan oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
Ia
mengajak seluruh pengurus BKM untuk mengikuti sosialisasi dengan
sungguh-sungguh serta melaksanakan hasilnya di masjid masing-masing sesuai
jadwal yang telah ditentukan. Dengan demikian, seluruh masjid di Kecamatan
Pancur Batu dapat memiliki arah kiblat yang benar dan sesuai dengan kaidah
ilmiah maupun syariat.
Sosialisasi
berlangsung secara interaktif. Para peserta yang terdiri dari pengurus BKM dari
berbagai desa tampak antusias mengikuti setiap materi yang disampaikan. Beragam
pertanyaan diajukan, mulai dari penggunaan alat bantu sederhana, penentuan
waktu yang presisi, hingga langkah-langkah apabila ditemukan perbedaan arah
kiblat setelah dilakukan pengukuran ulang.
Menanggapi
berbagai pertanyaan tersebut, Ilyas memberikan penjelasan secara rinci disertai
simulasi pelaksanaan Rashdul Qiblat. Peserta juga memperoleh pemahaman mengenai
pentingnya menggunakan waktu yang tepat karena selisih beberapa menit saja
dapat memengaruhi hasil pengukuran.
Dalam
pemaparannya, ia menjelaskan bahwa pelaksanaan Rashdul Qiblat di wilayah
Indonesia tahun ini akan dilaksanakan pada Rabu dan Kamis dengan waktu
pengamatan pukul 16.27 WIB. Pada waktu tersebut, seluruh pengurus BKM
diharapkan sudah berada di lokasi masjid masing-masing dengan menyiapkan
alat-alat sederhana seperti tongkat atau benda yang berdiri tegak lurus,
benang, spidol, pita ukur, dan jam yang telah disesuaikan dengan waktu resmi.
Ia
juga mengimbau agar sebelum pelaksanaan dimulai, seluruh pengurus memastikan
lokasi pengamatan memperoleh sinar Matahari secara langsung sehingga bayangan
yang dihasilkan benar-benar dapat dijadikan acuan dalam menentukan arah kiblat.
Selain
itu, koordinasi antarpengurus masjid juga perlu dilakukan agar proses
pengukuran berjalan dengan tertib. Hasil pengukuran nantinya dapat didokumentasikan
sebagai arsip masjid sekaligus menjadi referensi apabila di kemudian hari
diperlukan pengecekan ulang.
Menurut
Ilyas kegiatan ini bukan sekadar memperbaiki arah bangunan masjid, tetapi juga
menjadi bagian dari edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya memadukan
ilmu pengetahuan dengan nilai-nilai keagamaan. Islam memberikan ruang yang luas
terhadap pemanfaatan ilmu falak dan astronomi dalam mendukung pelaksanaan
ibadah.
Karena
itu, Kementerian Agama terus mendorong peningkatan literasi masyarakat terhadap
ilmu falak melalui berbagai kegiatan pembinaan, pelatihan, maupun sosialisasi
seperti yang dilaksanakan di Kecamatan Pancur Batu.
Ia
berharap seluruh BKM dapat menjadi perpanjangan tangan Kementerian Agama dalam
memberikan pemahaman kepada jamaah mengenai pentingnya memastikan arah kiblat
secara benar. Apabila ditemukan masjid yang memerlukan pendampingan lebih
lanjut, KUA siap memberikan pelayanan dan asistensi sesuai kebutuhan.
Kolaborasi
antara KUA Pancur Batu dengan Pemerintah Kecamatan Pancur Batu ini juga menjadi
implementasi semangat kerja sama lintas sektor dalam mewujudkan pelayanan
publik yang berkualitas. Sinergi tersebut diharapkan mampu memperkuat kehadiran
negara melalui pelayanan keagamaan yang semakin dekat dengan masyarakat.
Melalui
dukungan pemerintah kecamatan, koordinasi dengan pemerintah desa maupun
kelurahan juga menjadi lebih efektif sehingga informasi mengenai pelaksanaan
Rashdul Qiblat dapat menjangkau seluruh pengurus rumah ibadah di wilayah
Kecamatan Pancur Batu.
Kegiatan
ini sekaligus mencerminkan komitmen Kementerian Agama dalam menghadirkan
layanan keagamaan yang berdampak langsung bagi masyarakat. Ketepatan arah
kiblat merupakan bagian dari upaya menjaga kualitas pelaksanaan ibadah
sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan yang diberikan
pemerintah.
Di
akhir kegiatan, seluruh peserta menyatakan kesiapan untuk melaksanakan Rashdul
Qiblat secara serentak di masjid masing-masing pada jadwal yang telah
ditentukan. Mereka juga berkomitmen menyampaikan informasi tersebut kepada
pengurus dan jamaah agar proses pengukuran dapat berlangsung dengan baik.
Ilyas
berharap momentum Rashdul Qiblat tahun ini dapat dimanfaatkan secara optimal
oleh seluruh BKM di Kecamatan Pancur Batu. Menurutnya, keberhasilan kegiatan
ini bukan hanya diukur dari jumlah masjid yang mengikuti pengukuran, tetapi
juga dari meningkatnya pemahaman masyarakat mengenai pentingnya akurasi arah
kiblat sebagai bagian dari kesempurnaan pelaksanaan ibadah.
"Melalui
kebersamaan antara Kementerian Agama, pemerintah kecamatan, dan seluruh BKM,
kita berharap seluruh masjid di Kecamatan Pancur Batu memiliki arah kiblat yang
semakin akurat. Ini merupakan ikhtiar bersama dalam meningkatkan kualitas
pelayanan keagamaan sekaligus menghadirkan kemaslahatan bagi umat,"
pungkasnya.
Dengan
terselenggaranya sosialisasi tersebut, KUA Kecamatan Pancur Batu optimistis
pelaksanaan Rashdul Qiblat pada Rabu dan Kamis pukul 16.27 WIB akan berjalan
lancar di seluruh masjid se-Kecamatan Pancur Batu. Sinergi yang terbangun
diharapkan menjadi contoh kolaborasi yang terus dikembangkan dalam mendukung
berbagai program Kementerian Agama, khususnya yang berkaitan dengan peningkatan
kualitas layanan keagamaan, penguatan moderasi beragama, serta pelayanan umat
yang profesional, akuntabel, dan berdampak luas bagi masyarakat.