Sitinjo, (Humas). Pergantian kepemimpinan di Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sitinjo menjadi momentum untuk memperkuat kesinambungan program sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan keagamaan kepada masyarakat. Hal tersebut ditandai dengan pelaksanaan Serah Terima Jabatan (Sertijab) Kepala KUA Kecamatan Sitinjo dari pejabat lama, Khairil Anwar, S.H.I., kepada pejabat baru, Saukum Piliang, S.H., Selasa (1/9/2026).
Pergantian tersebut merupakan bagian dari penyegaran tugas yang dilakukan pimpinan sekaligus bentuk amanah kedinasan untuk menghadirkan pelayanan yang semakin optimal bagi masyarakat.
Khairil Anwar dalam kesempatan tersebut menyampaikan bahwa pergantian kepemimpinan merupakan bagian dari dinamika organisasi dan penyegaran dalam pelaksanaan tugas. Namun demikian, perubahan pejabat tidak boleh menghambat program pelayanan dan pembinaan yang telah berjalan. Menurutnya, berbagai program yang menyentuh langsung kebutuhan umat harus terus dipertahankan, dievaluasi, dan dikembangkan agar manfaatnya semakin luas.
Ia secara khusus berpesan kepada Kepala KUA Sitinjo yang baru agar program pembinaan kepada umat dan masyarakat terus dioptimalkan serta dikawal secara berkelanjutan. KUA, menurutnya, memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan kebutuhan keagamaan masyarakat, mulai dari pelayanan nikah hingga pembinaan kehidupan keagamaan. Karena itu, setiap program harus dirancang dengan baik dan dilaksanakan secara konsisten.
βProgram kepada umat dan masyarakat harus terus dioptimalkan dan dikawal dengan lebih baik. Jangan sampai pergantian pejabat membuat program yang sudah baik terhenti. Justru ini menjadi kesempatan untuk melanjutkan, memperbaiki, dan mengembangkan pelayanan agar semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,β pesan Khairil.
Selain keberlanjutan program, Khairil juga menekankan pentingnya membangun komunikasi dan koordinasi dengan unsur pimpinan Kecamatan Sitinjo. Menurutnya, banyak kegiatan keagamaan yang membutuhkan dukungan dan sinergi lintas sektor agar pelaksanaannya berjalan efektif. Koordinasi yang baik dengan pemerintah kecamatan, tokoh agama, penyuluh, penghulu, serta unsur masyarakat akan memperkuat posisi KUA dalam menjalankan tugas pelayanan dan pembinaan.
Sementara itu, Saukum Piliang, S.H., sebagai Kepala KUA Kecamatan Sitinjo yang baru, menerima amanah tersebut dengan komitmen untuk melanjutkan program-program positif yang telah dibangun sebelumnya. Ia diharapkan dapat menghadirkan semangat baru sekaligus memperkuat tata kelola pelayanan KUA agar semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat. Estafet kepemimpinan tersebut menjadi kesempatan untuk melanjutkan kebaikan sekaligus menghadirkan inovasi dalam pembinaan keagamaan.
Sertijab juga menjadi simbol bahwa pelayanan kepada masyarakat harus terus berjalan meskipun terjadi pergantian pejabat. KUA Sitinjo diharapkan mampu memperkuat sinergi dengan pemerintah kecamatan dan berbagai elemen masyarakat dalam menghadirkan kegiatan keagamaan yang terarah dan berkelanjutan. Dengan koordinasi yang baik, setiap program diharapkan tidak berjalan sendiri-sendiri, tetapi menjadi bagian dari gerakan bersama dalam membangun kehidupan keagamaan masyarakat.
Estafet dari Khairil Anwar, S.H.I., kepada Saukum Piliang, S.H., pada akhirnya bukan sekadar pergantian jabatan, tetapi juga pergantian amanah untuk melanjutkan pengabdian kepada umat.
Program yang telah baik menjadi fondasi, sementara kepemimpinan baru diharapkan menghadirkan penguatan dan inovasi. Dengan semangat kebersamaan, koordinasi, dan pelayanan yang tulus, KUA Kecamatan Sitinjo diharapkan semakin hadir sebagai garda terdepan pelayanan keagamaan yang profesional, humanis, dan dekat dengan masyarakat. (MSY)