Rokan Hilir (Humas)
Kebijakan Work From Anywhere (WFA) yang diberlakukan bagi Aparatur Sipil Negara
(ASN) pasca-libur Lebaran tidak menyurutkan semangat pelayanan di Kantor Urusan
Agama (KUA) Kecamatan Rimba Melintang. Di tengah penerapan sistem kerja
fleksibel, Kepala KUA bersama jajaran tetap hadir langsung untuk memastikan
prosesi akad nikah masyarakat berlangsung khidmat, tertib, dan lancar.
Layanan
pernikahan yang bersifat langsung dan mendesak tetap menjadi prioritas utama,
sebagaimana arahan Kementerian Agama. Hal ini dibuktikan dengan kehadiran fisik
penghulu dan petugas KUA di Balai Nikah maupun lokasi pernikahan warga,
meskipun sebagian koordinasi administratif dilakukan secara daring.
Kepala KUA
Rimba Melintang, H. Majemuk, menegaskan komitmennya dalam memberikan pelayanan
terbaik kepada masyarakat, terutama dalam momen sakral seperti akad nikah.
βKami
berkomitmen bahwa hak masyarakat untuk mendapatkan layanan pernikahan tidak
boleh terhambat oleh kebijakan kerja fleksibel. Kehadiran penghulu secara fisik
adalah bentuk pelayanan prima sekaligus memberikan kepastian hukum bagi setiap
pasangan yang menikah,β ujarnya.
Selain
kehadiran langsung di lapangan, optimalisasi layanan juga diperkuat melalui
pemanfaatan platform digital seperti Sistem Informasi Manajemen Nikah (SIMKAH).
Inovasi ini memudahkan masyarakat dalam proses pendaftaran nikah tanpa harus
mengantre lama di kantor, sehingga pelayanan tetap berjalan efektif dan
efisien.
Dengan
sinergi antara layanan tatap muka dan sistem daring, seluruh jadwal akad nikah
pasca-Lebaran yang cenderung meningkat tetap dapat terlayani sesuai standar
operasional prosedur yang berlaku.
Masyarakat
Kecamatan Rimba Melintang pun menyampaikan apresiasi atas dedikasi petugas KUA
yang tetap siaga di tengah masa transisi pasca-libur panjang. Kehadiran mereka
memastikan setiap prosesi pernikahan berjalan lancar tanpa hambatan
administratif, sehingga kebahagiaan para mempelai tetap terjaga.
Dedikasi
tanpa batas ini menjadi bukti nyata bahwa pelayanan publik, khususnya di bidang
keagamaan, tetap berjalan optimal meskipun dalam situasi kerja yang fleksibel.
(Uus/Humas)