Buka Rakornas APRI 2026, Dirjen Bimas Islam Tekankan One Culture dan Integritas Pelayanan Penghulu

Jakarta (APRI) โ€” Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Kementerian Agama RI, Prof. Dr. Abu Rokhmad, M.Ag., menekankan pentingnya satu budaya pelayanan (one culture) bagi penghulu di seluruh Indonesia guna menghadirkan layanan pernikahan yang profesional, berintegritas, dan berkualitas.

Hal tersebut disampaikan saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Asosiasi Penghulu Republik Indonesia (APRI) di Jakarta, Senin (12/10/2026). Kegiatan yang berlangsung hingga 14 Oktober ini diikuti 80 perwakilan Pengurus Pusat dan Pengurus Wilayah APRI secara luring, serta penghulu se-Indonesia secara daring. Pembukaan turut dihadiri Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Ahmad Zayadi, serta perwakilan Ombudsman RI.

"Penghulu harus memiliki satu budaya pelayanan (one culture) yang mengedepankan profesionalisme, integritas, dan kualitas. Dari Sabang sampai Merauke, masyarakat berhak memperoleh standar pelayanan yang setara, tanpa kesenjangan kualitas antardaerah," tegas Abu Rokhmad.

Menurutnya, penghulu memiliki tanggung jawab strategis dalam memastikan pelayanan perkawinan berjalan sesuai syariat Islam dan peraturan perundang-undangan. Karena itu, Rakornas diharapkan tidak sekadar menjadi forum konsolidasi, tetapi juga momentum evaluasi dan pembenahan profesi.

Ia juga mendorong penghulu meningkatkan kontribusi intelektual melalui kajian fikih kontemporer dan pengembangan pemikiran hukum perkawinan Islam yang relevan dengan dinamika masyarakat.

Sementara itu, Direktur Bina KUA dan Keluarga Sakinah, Dr. H. Ahmad Zayadi, M.Pd., menegaskan bahwa integritas dan kualitas merupakan dua fondasi utama profesionalisme penghulu.

"Integritas dan kualitas merupakan fondasi penting dalam membangun profesionalisme penghulu sekaligus menghadirkan pelayanan publik yang semakin baik," ujarnya.

Ahmad Zayadi menambahkan, pendampingan dan evaluasi Ombudsman menjadi pengingat pentingnya peningkatan mutu pelayanan, penguatan kompetensi, serta transformasi tata kelola KUA. Ia berharap APRI terus menjadi mitra strategis Kementerian Agama dalam memperkuat profesionalisme penghulu.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum APRI, H. Madari, M.Sos., menyerahkan buku karyanya berjudul Pesan Dakwah pada Majelis Akad Nikah kepada Dirjen Bimas Islam dan sejumlah pejabat yang hadir.

Madari menekankan pentingnya penguatan kompetensi, integritas, dan kontribusi keilmuan penghulu. Penyerahan buku tersebut menjadi wujud pengembangan literasi kepenghuluan sekaligus penguatan peran penghulu dalam menyampaikan pesan keagamaan dan pembinaan keluarga melalui majelis akad nikah.

Melalui Rakornas 2026, APRI berkomitmen memperkuat sinergi dengan Kementerian Agama dan berbagai pemangku kepentingan guna mendorong transformasi profesi penghulu serta mewujudkan pelayanan KUA yang berkualitas dan merata di seluruh Indonesia.

Bagikan Artikel