Rokan Hilir (Humas) Bimbingan Remaja Usia Sekolah (BRUS) sukses digelar Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Bangko di SMA Muhammadiyah Bangko, Senin (28/9/2026). Kegiatan ini diikuti 40 siswa kelas XII.
Melalui BRUS, siswa diperkuat dengan pemahaman keagaamaan. Selain itu, siswa didorong untuk mengenali potensi diri, menjaga pergaulan, bijak dalam mengambil keputusan, serta mempersiapkan diri secara matang sebelum memasuki kehidupan berkeluarga.
Kegiatan dihadiri Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Rokan Hilir, Khairul, Kepala Seksi Bimbingan Masyarakat Islam, Tarmizi, Kepala KUA Kecamatan Bangko, Zakifri, Kepala SMA Muhammadiyah beserta dewan guru, Penghulu dan Penyuluh Agama Islam KUA Kecamatan Bangko, serta para peserta BRUS.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Khairul sekaligus memberikan pembinaan kepada para peserta. Dalam pembinaannya, Khairul mengingatkan para remaja agar tidak menyia-nyiakan masa sekolah dan menjadikan pendidikan sebagai bagian penting dalam mempersiapkan masa depan.
"Manfaatkan masa remaja dan masa sekolah dengan sebaik-baiknya. Belajarlah dengan sungguh-sungguh, kenali potensi diri, jaga pergaulan, dan persiapkan masa depan. Jangan terburu-buru mengambil keputusan besar, termasuk dalam membangun kehidupan berkeluarga. Pastikan setiap pilihan diambil dengan pengetahuan, kesiapan, dan tanggung jawab," pesannya.
Tarmizi dalam materinya mendorong kesadaran siswa mengenai pentingnya mempersiapkan diri sebelum memasuki jenjang perkawinan. Melalui materi yang disampaikan, siswa diajak memahami bahwa perkawinan bukan sekadar hubungan antara dua orang, tetapi merupakan kehidupan yang membutuhkan kesiapan mental, emosional, pendidikan, ekonomi, pengetahuan agama serta kemampuan menjalankan tanggung jawab sebagai anggota keluarga.
Ia menyampaikan bahwa keputusan untuk menikah membutuhkan kesiapan dan tanggung jawab yang tidak sederhana. "Menikah bukan hanya tentang kesiapan untuk menjadi suami atau istri, tetapi juga kesiapan menjalankan tanggung jawab sebagai bagian dari keluarga. Karena itu, sebelum sampai pada tahap tersebut, kalian perlu mempersiapkan pendidikan, mental, emosional, pengetahuan agama dan kemampuan mengelola kehidupan," jelasnya.
Sementara itu, Zakifri, menyampaikan bahwa pembinaan remaja merupakan bagian dari kehadiran KUA di tengah masyarakat. Menurutnya, KUA tidak hanya hadir ketika masyarakat akan melaksanakan pernikahan, tetapi juga memiliki peran dalam memberikan edukasi dan pembinaan sejak sebelum seseorang memasuki kehidupan perkawinan.
"KUA tidak hanya hadir ketika masyarakat datang untuk mencatatkan pernikahan. Kami juga ingin hadir lebih awal, memberikan edukasi kepada remaja agar mereka memiliki pengetahuan dan kesiapan sebelum memasuki kehidupan berkeluarga, ungkap Zakifri.
Ia berharap BRUS tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi memberikan dampak terhadap cara berpikir dan perilaku peserta dalam kehidupan sehari-hari. "Harapan kami, setelah mengikuti BRUS ini kalian dapat lebih mengenal diri, mampu menjaga pergaulan, menghargai pendidikan dan berani merencanakan masa depan. Kalau suatu saat membangun keluarga, sudah memiliki bekal yang lebih baik," ujarnya.
Para siswa mengikuti kegiatan dengan antusias. Sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi para siswa diakhir kegiatan siswa diberikan sertifikat yang diserahkan secara simbiosis kepada tiga orang perwakilan siswa. Sertifikat diserahkan oleh Kepala Kankemenag Rohil, Kepala Seksi Bimas Islam dan Kepala KUA Kecamatan Bangko. (ML/Humas)