Sidikalang, (Humas). Kantor Urusan Agama (KUA) Kecamatan Sidikalang terus memperkuat pembinaan calon pengantin melalui bimbingan perkawinan (Bimwin) tematik yang menekankan kesiapan spiritual dan penguatan nilai-nilai keagamaan dalam membangun keluarga. Pendekatan ini diarahkan agar calon pengantin tidak hanya siap secara administratif, tetapi juga memiliki bekal mental dan spiritual untuk menjalani kehidupan rumah tangga.
Pesan tersebut disampaikan Penyuluh Agama Islam (PAI) KUA Sidikalang, Sawal Dabutar, S.Sos.I, saat memberikan Bimwin kepada pasangan calon pengantin Azman dan Rina Bintang di Balai Nikah KUA Kecamatan Sidikalang, Selasa (15/09/2026).
Dalam pembinaannya, Sawal menekankan bahwa pernikahan merupakan ikatan yang tidak hanya menyatukan dua individu, tetapi juga menjadi bagian dari ibadah dan amanah. Karena itu, kehidupan rumah tangga perlu dibangun di atas nilai keimanan, tanggung jawab, saling menghormati, serta kesediaan untuk tumbuh dan menghadapi persoalan bersama.
Ia juga mengajak calon pengantin memahami makna mawaddah sebagai cinta yang diwujudkan dalam tindakan nyata. Cinta dalam rumah tangga, menurutnya, bukan hanya tentang perasaan ketika keadaan berjalan baik, tetapi juga tentang kesetiaan, kesabaran, kepedulian, dan kemampuan menjaga pasangan ketika menghadapi ujian.
βRumah tangga membutuhkan cinta yang dirawat dengan iman. Ketika suami dan istri menjadikan nilai agama sebagai pedoman, perbedaan tidak menjadi alasan untuk saling menjauh, tetapi menjadi ruang untuk saling memahami dan menguatkan,β pesan Sawal.
Bimwin tematik tersebut juga diarahkan untuk membangun kesadaran calon pengantin bahwa keberhasilan rumah tangga tidak semata-mata diukur dari terpenuhinya kebutuhan materi. Ketenteraman keluarga juga lahir dari komunikasi yang baik, penghargaan terhadap pasangan, pengelolaan emosi, serta komitmen menjalankan kewajiban masing-masing.
Sawal menambahkan, pasangan perlu membiasakan menyelesaikan persoalan dengan musyawarah dan menghindari sikap saling menyalahkan. Menurutnya, keluarga yang kokoh bukan keluarga tanpa masalah, melainkan keluarga yang memiliki kemampuan menghadapi masalah dengan kedewasaan, kesabaran, dan landasan keagamaan.
Melalui Bimwin tematik ini, KUA Sidikalang berupaya menghadirkan pembinaan yang lebih kontekstual sesuai kebutuhan calon pengantin. Materi tidak berhenti pada aspek teknis kehidupan perkawinan, tetapi diarahkan pada pembentukan pola pikir dan karakter pasangan agar mampu menjalani kehidupan rumah tangga secara bertanggung jawab.
KUA Sidikalang berharap pembekalan tersebut menjadi modal awal bagi Azman dan Rina Bintang untuk membangun keluarga yang dilandasi keimanan, kasih sayang, dan komitmen. Dengan penguatan nilai spiritual sejak sebelum pernikahan, calon pengantin diharapkan semakin siap membangun keluarga yang menghadirkan ketenangan, cinta, dan keberkahan dalam kehidupan bersama. (sam)