Berbagi Tanpa Sekat, KUA Alasa Hadirkan Kepedulian untuk Pendidikan Anak

Alasa (Humas). Kepedulian terhadap pendidikan dan semangat berbagi kembali diwujudkan oleh KUA Alasa melalui Program Berbagi KUA Alasa. Pada Selasa (6/10) KUA Alasa memberikan bantuan pendidikan berupa perlengkapan sekolah kepada salah seorang siswa yang membutuhkan, sebagai bagian dari program yang mulai berjalan pada bulan ini.

Salah satu penerima manfaat program tersebut adalah Kevin Setiawan Zalukhu, siswa kelas II SMK Negeri 2 Alasa yang berdomisili di Desa Banua Sibohou II, Kecamatan Alasa.
Bantuan berupa perlengkapan sekolah tersebut diserahkan secara langsung oleh Kepala KUA Alasa, Yusrina AC, sebagai bentuk kepedulian dan dukungan terhadap keberlangsungan pendidikan anak-anak yang membutuhkan.

Menariknya, program berbagi yang digagas KUA Alasa ini tidak didasarkan pada latar belakang agama penerima. Pemilihan penerima manfaat dilakukan murni atas dasar kemanusiaan, tanpa membedakan apakah penerima merupakan Muslim, Kristen, maupun Katolik. Hal tersebut menjadi bagian penting dari semangat yang ingin dibangun melalui Program Berbagi KUA Alasa, bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan nilai bersama yang dapat menyatukan masyarakat di tengah keberagaman.

Melalui program ini, KUA Alasa berharap semangat berbagi tidak berhenti pada satu bentuk bantuan atau satu penerima saja. Sebaliknya, kepedulian tersebut diharapkan dapat menjadi pemantik bagi masyarakat dan berbagai pihak untuk saling membantu, saling menyayangi, dan hadir bagi mereka yang membutuhkan.

Program ini juga menjadi salah satu bentuk nyata upaya KUA Alasa dalam memperkuat moderasi beragama di tengah masyarakat. Moderasi tidak hanya dibicarakan dalam forum atau kegiatan tertentu, tetapi dapat diwujudkan melalui tindakan sederhana yang menghadirkan manfaat bagi sesama tanpa melihat perbedaan latar belakang.

Kepala KUA Alasa, Yusrina AC, berharap Program Berbagi KUA Alasa dapat terus berkembang dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
“Berbagi tidak mengenal perbedaan. Ketika kita hadir untuk membantu sesama, di situlah nilai kemanusiaan dan persaudaraan tumbuh. Semoga apa yang kita lakukan hari ini dapat menggerakkan lebih banyak orang untuk saling peduli dan membantu,” demikian semangat yang dibawa dalam program tersebut.

Dengan langkah sederhana ini, KUA Alasa ingin menunjukkan bahwa persatuan dapat tumbuh dari kepedulian, dan moderasi beragama dapat hadir dalam kehidupan sehari-hari melalui tindakan nyata. Berbagi tanpa sekat, peduli tanpa membeda-bedakan. Dari Alasa, semangat kemanusiaan terus dinyalakan.(MHS/SL)

Bagikan Artikel