Rokan Hilir (Humas) Masa lalu tidak harus menjadi penghalang untuk menata masa depan. Setiap kesalahan dapat menjadi pelajaran apabila disikapi dengan keberanian untuk mengakui, memperbaiki diri dan berikhtiar menjadi pribadi yang lebih baik. Pesan tersebut disampaikan Penghulu KUA Tanah Putih, Muzakir saat memberikan bimbingan dan pembinaan keagamaan kepada warga binaan di Masjid Baitul Muta'alim, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Bagansiapiapi, Senin (05/10/2026).
Dalam pembinaannya, Muzakir mengajak warga binaan untuk tidak terus larut dalam penyesalan terhadap kesalahan di masa lalu. Menurutnya, setiap manusia memiliki ujian dan persoalan dalam perjalanan hidup. Hal yang lebih penting adalah bagaimana seseorang menyikapi persoalan tersebut serta menjadikannya sebagai momentum untuk melakukan perubahan.
โKita semua punya masalah. Tidak ada manusia yang hidup tanpa ujian. Yang terpenting adalah bagaimana kita menghadapi masalah tersebut dengan sabar, mau mengakui kesalahan, kemudian berusaha memperbaiki diri dan tidak mengulangi kesalahan yang sama,โ pesan Muzakir.
Ia menegaskan, mengakui kesalahan bukanlah bentuk kelemahan. Sebaliknya, keberanian untuk mengakui kesalahan merupakan langkah awal seseorang untuk melakukan evaluasi dan menentukan arah kehidupan yang lebih baik.
Dengan menyadari kesalahan, seseorang dapat memahami hal-hal yang perlu diperbaiki sekaligus belajar agar tidak mengulangi kesalahan yang sama. Karena itu, warga binaan didorong untuk menjadikan pengalaman masa lalu sebagai bahan pembelajaran, bukan sebagai alasan untuk kehilangan harapan.
โJangan merasa bahwa masa lalu menentukan seluruh masa depan kita. Selama masih diberikan kesempatan untuk memperbaiki diri, maka manfaatkan kesempatan itu sebaik-baiknya. Berikhtiarlah, perbaiki hubungan dengan Allah, perbaiki hubungan dengan sesama dan jadikan pengalaman sebagai pelajaran,โ lanjutnya.
Muzakir juga mengingatkan bahwa perubahan membutuhkan proses. Keinginan untuk menjadi lebih baik harus disertai ikhtiar, kesabaran, doa dan kemauan untuk terus belajar. Menurutnya, perbaikan diri tidak hanya berkaitan dengan hubungan kepada Allah SWT, tetapi juga bagaimana seseorang membangun hubungan yang baik dengan sesama.