ADAM DAN HAWA
Oleh : Muhammad Syafran Lubis
“…Allâhumma allif bainahumâ kamâ
allafta baina Adam wa Hawa, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ
Ibrâhîm wa Sârah, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Yûsuf wa
Zulaikha, wa allif bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ Muhammadin
shallallâhu ‘alaihi wa sallama wa sayyidatinâ Khadîjatal kubrâ, wa allif
bainahumâ kamâ allafta baina sayyidinâ ‘Aly wa sayyidatinâ Fâthimah az-Zahrâ”
Penggalan doa ini terdengar fasih di bibir pak modin,sesaat
setelah selesai akad nikah antara rahmat dan rahma, di dusun X Bandar Agung.
Pak mudin yang duduk di samping pak Syafran Lubis, penghulu kecamatan Bandar
sribhawono, sebagai petugas pencatat nikah pagi menjelang siang itu. Kedua
mempelai itupun terlihat khusuk mengaminkan dari setiap bait bait doa dari pak modin hingga akhirnya pak modin menutup doanya “ Subhana
Robbika Robbil Izzah Amma Yasipun Wa Salamun Alal Mursalin Walhamdu Lillahi
Robbil Alamin” sembari semua tanu dan yang hadir mengusapkan ke dua
tangannya kewajahnya.
selanjutnya ustadz Muslih
memberikan tausiah kepada pengantin baru dan pengantin lama
“Kita dengar tadi doa dari pak modin kepada kedua mempelai yang
mendoakan agar kedua mempelai ini seperti pernikahan Adam dan Hawa, “Nabi Adam
dan Siti Hawa adalah pasangan yang dijodohkan oleh Allah SWT. Mereka hidup
dalam surga dan menjaga kesucian pernikahan mereka, Namun, mereka juga mengalami
cobaan dan kesalahan, nantipun dalam menjalani kehidupan rumah tangga yakin lah
kedua mempelai ini akan bertemu dengan coabaan” kata ustad Muslih dengan muka serius,
terlihat kedua mempelai ini menunduk dan pingin saling pandang,
“Meskipun begitu, mereka belajar
dari kesalahan dan bertekad untuk saling memaafkan demi menjaga keharmonisan
pernikahan mereka, Kisah Nabi Adam dan Siti Hawa juga mengajarkan tentang
pentingnya saling melengkapi dalam pernikahan, Nabi Adam sebagai suami
melindungi dan memimpin keluarga, sabda Rasulullah dalam sebuah hadis yang
sangat popular Kullukum Ro’in, Wa Kullukum Mas’ulun An Ro’iyatihi,
setiap kamu adalah peminpuin dan setiap peminpin akan di Tanyakan tentang kepeminpinannya,
hadist ini menerangkan kepada kita bahwa
sesungguhnya setiap orang itu adalah seorang pemimpin dan setiap pemimpin akan
dimintai pertanggung jawaban. pemimpin dapat diartikan sebagai seseorang yang
menjadi kepala rumah tangga atau orang yang memimpin satu atau dua orang lebih.
Banyak dari kita yang tidak sadar bahwa sesungguh dirinya adalah seorang
pemimpin, Padahal dalam kehidupan sehari-hari kita adalah seorang pemimpin”
lanjut ustadz muslih “war rojulu rooin fi ahlihi wahua mas’ulun an roiyatihi,
suami merupakan pemimpin dalam rumah
tangga, dia berkewajiban untuk mencari nafkah, membimbing dan mengajari istri
agar menjadi istri yang soleha. Jika istri masih belum melaksanakan kewajiban berupa
beribadah kepada Allah, mari dibimbing dan diingatkan agar istri selalu
menjalankan ibadah/perintah Allah”. Rahmat, mempelai laki laki
menatap istrinya seolah ingin menengaskan bahwa ia adalah imam keluarga,
“Siti Hawa sebagai istri menjadi penyejuk
hati dan pendukung suami. Hadis ini tidak berhenti sampai disini, Wal Maratu
Roiayah Fii Baiti Zaujiha Wa Masulatun An Roiyatiha,, setiap istri adalah
peminpin di dalam urursan rumah tangganya dan ia akan diminta pertanggung
jawabnnya atas urusan rumah tangga tersebut “ Kali ini Rahma, istri rahmat yang
menatap ke arah suaminya, sambil membatin aku kan terus mendukungmu.” Suami
istri harus bekerja sama, dalam segala hal dan saling memahami untuk
menciptakan kehidupan rumah tangga yang harmonis.” Lanjut pak ustadz
“Tidak hanya itu, kisah ini juga
mengajarkan nilai-nilai kesabaran, kerja sama, dan penyerahan diri kepada Allah
SWT. Nabi Adam dan Siti Hawa belajar dari pengalaman pahit mereka terusir
akiabat dari surga akibat godaan iblis kemudian mereka malakukan taubat,
sehingga pernikahan mereka menjadi lebih kuat dan bermakna.” , sebelum ditutup
dengan salam, ustadz muslih masih menegaskan kembali bahwa “Dalam pernikahan
dalam Islam, kisah Nabi Adam dan Siti Hawa mengingatkan kita untuk
selalu berusaha menciptakan pernikahan yang islami, saling melengkapi, dan
saling mendukung. Dengan menjaga nilai-nilai yang diajarkan dalam Islam,
pasangan suami istri dapat membangun pernikahan yang kokoh dan penuh berkah.”
“Selanjutnya adalah acara sungkeman “ kembali
suara MC terdegar , ke empat orang tua dari kedua mempelai ini pun mengambil
posisi masing masing, seorang laki laki yang sudah berumur berpakain khas jawa
memakai blankon mengarahkan kedua
mempelai ini untuk memulai sungkemannya “ke pak wali dulu mas manten, kemudian
di ikuti mempelia peremapuan, Rahma tidak henti menangis saat memekuk ayahnya, Rahma
memang dekat dengan ayanhnya hingga langkah Rahmat pun terhenti menuggu Rahma, sampai
akhirnya kedua mempelai ini Orang orang yang menyaksikan keadaan itu ikut
berlinang air matanya ibunya pun lalu
mengusap usap punggung Rahma. Tidak lama adegan itu berlalu . kemudian
dilanjutkan ke ibunya, lalu ke orang tua mempelai laki laki yang sudah resmi menjadi
mertuanya selesai sungkeman. lalu dilanjutkan dengan tamu tamu yang lain gema
sholawatpun terus mengiringi langkah kedua mempelai ini hingga semua tamu yang
datang tidak ada lagi yang terlewatkan dari saliman kedua mempelai ini.
Setelah acara sungkeman selesai dilanjutkan
dengan sesi foto foto, terlihat kedua mempelai ini mengikuti arahhan dari
fotografer dengan seksama, sesekali posisi dari keduaya di tuntun dan diatur
posisinya oleh sang fotografer, para tamupun sudah mengambil antrian di meja
prasmanan, yang lain masih menikmati jajan dan minuman yang dari tadi
disediakan panitia. sementara tamu tamu yang lain terlihat asik dengan ganjetnya
masing masing, ibu Ani yang dari tadi belum beranjak dari duduknya tampak
mengamati setiap gerak dari foto mempelai itu. Matanya
tetap ke arah Kedua Mempelai tapi pikitrannya terus bergalayut seoalah ada
masalah besarn yang belum bisa ia jawab
Ibu Ari yang dari tadi memperhatikan ibu Ani berjalan mendekati ibu
Ani kemudin ia berkata “ dari tadi saya perhatikan ibu Ani kayanya ada sesuatu
yang mengganjal di pikiran, ya…..” kata
bu Ari, setengah kaget bu Ani berkata “ saya hanya heran pernikahan Rahmat dan
Rahma ini di doakan agar seperti pernikahan adam dan hawa mendapat kebaikan
seperti para nabi nabi, padahal kan… pernikahan adam dan hawa belum tercatat di
KUA
“ Ha ha ha ha sontak semua orang yang mendengarkan perkataan
bu Ani ini tertawa berbarengan, sambil
saling tatap satu sama lainnya.
Barokallohu
Lakuma Wa Baroka Alaikuma Wa Jama’a Bainakuma Fi Khoir